Kamis, 16 April 2015

Pengertian, Ruang Lingkup, Kecenderungan dan Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Mata Kuliah    : Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen              : Drs. H. Agussalim, M.Si.


PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, KECENDERUNGAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

 

Oleh :
KELOMPOK I (Satu)
KELAS A.4 (SIANG)


KETUA                      : HASNI (4318 006 12)
ANGGOTA                : HASNI (4318 205 12)
                                    : ARJENI (4138 256 12)
: RAHMADANI (4318 083 12)
: ANAS (4318 115 12)
: MUNIR (4318 056 12)


STKIP MUHAMMADIYAH SIDENRENG RAPPANG
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN AKADEMIK 2014/2015


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pemberhentian merupakan yang paling sensitive di dalam dunia ketenagakerjaan dan perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, termasuk oleh manajer sumber daya manusia, karena memerlukan modal atau dana pada waktu penarikan maupun pada waktu karyawan tersebut berhenti.
Pada waktu penarikan karyawan, pimpinan perusahaan banyak mengeluarkan dana untuk pembayaran kompensasi dan pengembangan karyawan, sehingga karyawan tersebut betul-betul merasa ditempatnya sendiri dan mengerahkan tenaganya untuk kepentingan tujuan dan sasaran perusahaan dan karyawan itu sendiri. Demikian juga pada waktu karyawan tersebut berhenti atau adanya pemutusan hububungan kerja dengan perusahaan, perusahaan mengeluarkan dana untuk pensiun atau pesangon atau tunjangan lain yang berkaitan dengan pemberhentian, sekaligus memprogramkan kembali penarikan karyawan baru yang sama halnya seperti dahulu harus mengeluarkan dana untuk kompensasi dan pengembangan karyawan.
Di samping masalah dana yang mendapat perhatian, juga yang tak kurang pentingnya adalah sebab musabab karyawan itu berhenti atau diberhentikan. Berbagai alasan atau sebab karyawan itu berhenti, ada yang didasarkan permentiaan sendiri, tapi ada juga atas alasan karena peraturan yang sudah tidak memungkinkan lagi karyawan tersebut meneruskan pekerjaannya. Akibatnya dari pemberhentian berpengaruh besar terhadap pengusaha maupun karyawan. Untuk karyawan dengan diberhentikannya dari perusahaan atau berhenti dari pekerjaan, berarti karyawan tersebut tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan secara maksimal untuk karyawan dan keluarganya.
Atas dasar tersebut, maka manajer sumber daya manusia harus sudah dapat memperhitungkan berapa jumlah uang yang seharusnya diterima oleh karyawan yang berhenti, agar karyawan tersebut dapat memenuhi kebutuhannya sampai pada tingkat dapat dianggap cukup.

B.       Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan manajemen dan sumber daya manusia?
2.    Apa saja ruang lingkup dari manajemen sumber daya manusia?
3.    Bagaimana pentingnya dari manajemen sumber daya manusia?
4.    Bagaimana kecenderungan dalam manajemen sumber daya manusia?

C.      Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat :
1.    Menjelaskan pengertian manajemen dan sumber daya manusia
2.    Menyebutkan ruang lingkup dari manajemen sumber daya manusia
3.    Menjelaskan peranan dari manajemen sumber daya manusia
4.    Menjelaskan kecenderungan dalam manajemen sumber daya manusia.
 BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM)
Manajemen berasal dari kata kerja to manage (Bahasa Inggris), yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan dan mengelola. Sedangkan Sumber  Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas. Secara umum, sumber daya yang terdapat dalam suatu organisasi bisa dikelompokkan atas dua macam, yakni (1) Sumber daya manusia (Human Resources) dan (2) Sumber Daya Non-Manusia (Non Human Resources).
Jadi secara sederhana pengertian MSDM adalah mengelola sumber daya manusia. Dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu oragnisasi, baik organisasi publik maupun swasta, sumber daya manusia ialah yang paling penting dan sangat menentukan. Betapapun majunya teknologi, berkembangnya informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, namun jika tanpa sumber daya manusia maka akan sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya.

B.       Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Tugas MSDM berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas (Satisfied) dan memuaskan (Satisfactory) bagi organisasi. MSDM merupakan bagian dari manajemen umumnya yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Perhatian ini mencakup fungsi manajerial, fungsi operasional, dan peran serta kedudukan sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi secara terpadu.
Lingkup MSDM meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam organisasi, seperti dikatakan oleh Russel & Bernandin bahwa “.... all decisions which affect the workforce the organization’s human resource management function. Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan MSDM ini secara umum mencakup:
1.    Rancangan Organisasi
2.    Staffing
3.    Sistem Reward, tunjangan-tunjangan, dan pematuhan/compliance
4.    Manajemen Performansi
5.    Pengembangan Pekerja dan Organisasi
6.    Komunikasi dan Hubungan masyarakat

C.      Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Terdapat paling tidak tiga perspektif utama dalam pengertian MSDM ini, yakni perspektif intrnasional, nasional/makro, dan mikro. Guna memahami MSDM ada baiknya dikemukakan beberapa definisi dibawah ini, baik yang mencerminkan perspektif internasional, makro maupun yang mikro.
Definis bahasan mengenai MSDM yang tergolong dalam perspektif internasional, atau makro antara lain dikemukakan oleh Moses N. Kiggundu (1989), Basir Barthos (1990), dan Lembaga Manajemen FEUI (1993). Definis dari Kiggundu tentang MSDM dalam perspektif internasional adalah sebagai berikut : manajemen sumber daya manusia adalah pengembangan dan pemanfaatan personil (Pegawai) bagi pencapaian yang efektif mengenai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional, dan internasional.
Sedangkan pengertian MSDM dalam perspektif mikro, biasanya sama dengan pengertian yang diberikan terhadap manajemen personalia, seperti dijelaskan oleh Edwin B. Flippo, yang dikutip oleh T. Hani Handoko, yakni “...perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.

D.      Pentingnya MSDM dalam Organisasi
MSDM akhir-akhir ini semakin mendapat perhatian dan sorotan yang sungguh dari berbagai pihak, baik yang berasal dari sektor publik maupun sektor swasta. Berbagai penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan kursus-kursus, lokakarya, dan yang sejenisnya, semuanya menekankan manajemen sumber daya manusia. Semua pihak agaknya menyadari betapa pentingnya MSDM, dan tampaknya telah menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi-organisasi tanpa pandang bulu.
Pentingnya MSDM ini dapat disoroti dari berbagai perspektif. S.P. Siagian mengemukakan enam perspektif atau pendekatan dalam menjelaskan relevansi dan pentingnya MSDM. Keenam perspektif tersebut adalah politik, ekonomi, hukum, sosio-kultural, administratif, dan teknologi.


1.    Perspektif Politik
Dalam perspektif ini relevansi dan pentingnya MSDM bertitik tolak dari keyakinan bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi, mulai dari level makro (negara), atau bahkan internasional, hingga level mikro. Sumber daya manusia yang terdidik, terampil, cakap, berdisiplin, tekun, kreatif, idealis, mau bekerja keras, kuat fisik/mental, serta kepada cita-cita dan tujuan organisasi akan sangat berpengaruh positif terhadap keberhasilan dan kemajuan organisasi. Dari sumber daya yang tersedia dalam organisasi, sumber daya manusia memegang peranan sentral dan paling menentukan.

2.    Perspektif Ekonomi
Dari sudut perspektif ekonomi inilah orang sering beranggapan bahwa pemahaman MSDM tidak lain karena untuk kepentingan ekonomi semata-mata. Segala bobot perhatian dan tekanan yang diberikan terhadap MSDM seolah-olah karena relevansinya yang lebih dekat pada sisi yang satu ini. Artinya, MSDM dianggap lebih erat kaitannya dengan ekonomi. Dari sisi ekonomi, orang akan lebih banyak memperoleh keterangan tentang MSDM, tanpa berusaha melihat kaitannya dengan dimensi lainnya. Anggapan yang demikian di justifikasikan oleh kenyataan bahwa manusia sering dipandang sebagai salah satu faktor produksi untuk menghasilkan barabg dan jasa oleh satuan-satuan ekonomi. Anggapan yang demikian tentu akan memancing perdebatan karena tidak sepenuhnya benar bahwa manusia dipandang semata-mata sebagai faktor produksi yang kedudukannya disamakan dengan faktor produksi lainnya. Manusia tidak bisa begitu saja disamakan dengan mesin-mesin, peralatan, modal, metode, dan pasar, yang dalam ekonomi.
Manusia adalah pusat segalanya bagi suatu organisasi. Manusia bisa menjadi pusat persoalan organisasi manakala tidak dikembangkan dan ditingkatkan potensi-potensinya. Sebaliknya, manusia merupakan pusat segala keberhasilan organisasi manakala segala dayanya dikembangkan secara wajar dan meyakinkan. Berbeda dengan sumber daya lainnya, manusia memiliki keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, baik yang fisik maupun non-fisik. Kebutuhan manusia yang terpenuhi secara wajar dengan sendirinya akan banyak memberikan kontribusinya bagi keberhasilan organisasi.

3.        Perspektif hukum
Dalam organisasi mana pun terdapat  berbagai peraturan, ketentuan, atau perjanjian-perjanjian, yang kesemuanya pada dasarnya mengatur tentang hak dan kewajiban secara timbal-balik antara organisasi dengan anggota-anggotanya, antara orang-orang yang mempekerjakan dengan orang-orang yang di pekerjakan. Keseimbagan antara hak dan kewajiban ini merupakan tuntutan yang perlu terus di wujudkan, dibina, dipelihara, dan di kembangkan. Jika keseimbagan tersebut tidak terwujud maka akan menimbulkan distorsi/gangguan yang pada gilirannya akan berdampak negatif terhadap kelangsungan hidup organisasi.

4.        Perspektif sosio-kultural
Masalah MSDM juga dapat disoroti dari perspektif sosio-kultural. Ada dua alasan utama yang mendasari perspektif ini.
Pertama, sisi yang satu ini lebih pekah karena berkaitan langsung harkat dan martabat manusia. Sebagai manusia setiap orang tentu menghendaki kehidupan yang lebih baik.hal ini hanya bisa terwujud jika orang mempunyai pekerjaan tertentu. Kesempatan berkarnya merupakan upanya untuk meningkatkan harkat dan martabatnya..harkat dan martabat tidak bisa diukur dari hal-hal non fisik.melainkan juga menghendaki diwujudkannya kebutuhan sosio-psikologis.
Kedua, melalui perspektif juga dikatakan bahwa sulit diperoleh suatu sistem MSDM yang bebas nilai. Pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis terikat pada norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat di mana orang itu menjadi bagian nilai-nilai itulah yang akan menentukan baik buruknya ,wajar tidaknya, dan sekaligus menjadi barometeem MSDM yang bebas nilai. Pemenuhan kebutuhan sosio-psikologis terikat pada norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat di mana orang itu menjadi bagian nilai-nilai itulah yang akan menentukan baik buruknya ,wajar tidaknya, dan sekaligus menjadi barometer penilaian penilaian bagi seseorang. Nilai-nilai ini biasanya bersifat khas terikat pada karakter istik suatu masnyarakat tertentu.

5.        Perspektif Administrasi
Menekankan bahwa peranan organisasi pada jaman modern ini semakin penting. Semua kemajuan dan keberhasilan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya niscaya dicapai melalui organisasi ,manusia tanpa organisasi, tanpa bantuan orang lain, tidak akan dapat mewujudkan impian,cita-cita, dan tujuan hidupnya. Ketergantungan pada orang lain yang mendorong manusia  untuk senantiasa bekerja sama/berorganisasi. Kenyataan yang demikian mengindikasikan bahwa maju/mundurnya kehidupan manusia, terwujud tidaknya  impian-impian, cita-cita indah manusia tergantung pada kemampuannya untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam organisasi, termasuk sumberdaya  manusianya, dengan lebih efisien, efektif, dan produktif. Orientasi manusia organisatoris pun tertuju pada tiga hal ini, efisiensi, efektifitas, dan produktifitas.di sinilah letak relevansi dan pentingnya MSDM.

6.        Perspektif Teknologi
Relevansi dan pentingnya MSDM tidak terlepas dari berbagai perkembangan dan kemajuan yang dicapai di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK). Dampaknya bersifat positif dan juga bisa negatif. Banyak pekerrsifat positif dan juga bisa negatif. Banyak pekerjaan yang diambil alih oleh mesin-mesin canggih. Akibatnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber penghasialan kehidupannya. Pengangguran muncul bersamaan dengan berperannya berbagai mesin hasil kemajuan teknologi canggih menggeser posisi manusia. Proses mekanisme, otomasi, dan robotisasi mulai menggeser manusia.
Di lain pihak, kemajuan taknologi juga membawa dampak positif yang sangat bermanfaat bagi organisasi, terutama dalam meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktivitasnya. Metode-metode kerja dan peralatan-peralan kantor sudah mulai semarak di kehidupan dan jalanya organisasi.
Tantangan-tantangan baru mulai muncul. Manusia diharapkan agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan tersebut. Untuk itu manusia perlu berbekal kemampuan, kecakapan, ketrampilan yang sesuai. Organisasi-organisasi dituntut untuk bisa memanfaatkan berbagai kemajuan tersebut. Hal ini hanya bisa dicapai melalui sistem manajemen sumber daya manusia yang tepat.

E.       Sembilang kecendrungan dalam manajemen sumber daya manusia
Dalam suatu penelitian intensif yang dilakukan oleh L. James Harvey, Tahun 1985 dan 1986, pada 13 organisasi pemerintah dan perusahaan –perusahaan besar yang bergerak di bidang bisnis American Express, Arlington County ,VA, AT & T, Bechtel Bank of Amerika, The state of california, San Diego Connty, CA, Consolidated Foods. Exxon, Ford Motor Co, Hewlett-packard, IBM, dan New york port authority di Amerika serikat ditemukan sembilang trend utama.
Kecendrungan (trend) tersebut masing-masing:
1.    Meningkatnya bobot fungsi sumber daya manusia
2.    Perubahan kearah pengawasan dan kebijaksanaan yang tersentralisasi, dan pelaksanaan-pelaksanaan yang terdesentralisasi.
3.    Meningkatkan pengembangan manajemen.
4.    Meningkatkan otomasi dan pengembangan MSDM
5.    Integrasi program sumber daya manusia
6.    Bergerak ke arah sistem merit dan akauntibilitas
7.    Meningkatkan perhatian terhadap sikap-sikap pekerja
8.    Meningkatnya perhatian terhadap kultur dan nilai organisasi
9.    Peningkatan dan perluasan program-progran perbaikan produktivitas
BAB III
PENUTUP


A.           Kesimpulan
Jadi secara sederhana pengertian MSDM adalah mengelola sumber daya manusia. Dari keseluruhan sumber daya yang tersedia dalam suatu oragnisasi, baik organisasi publik maupun swasta, sumber daya manusia ialah yang paling penting dan sangat menentukan. Betapapun majunya teknologi, berkembangnya informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, namun jika tanpa sumber daya manusia maka akan sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya.


B.            Saran
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, kami mengharapkan ktirik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami juga menyadari pengetahuan kami sebagai penyusun makalah masih kurang karena kami masih dalam tahap pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar:

Posting Komentar